Berikut
beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika akan
membeli ubin keramik
1.
Menghitung
secara akurat berapa ubin keramik yang dibutuhkan.
2.
Jika
diperlukan buatlah gambar disain untuk membantu
menghitung secara detail.
3.
Datangilah
sebanyak-banyaknya toko/outlet yang memiliki
display atau katalog produk, karena tidak
semua toko/outlet mempunyai katalog secara
lengkap. Tujuannya adalah memilih motif
yang yang cocok dan sesuai dengan yang diinginkan.
4.
Di
dalam membeli produk keramik lebihkan jumlah
yang dibeli (biasanya sekitar 5%). Kelebihan
tersebut sebagai cadangan apabila selama proses
pemasangan ada ubin yang rusak dan juga sebagai
cadangan apabila ada kerusakan di kemudian
hari. Karena terkadang untuk jenis atau motif
tertentu stoknya terbatas.
5.
Pada
waktu penerimaan barang, pastikan ubin keramik
yang Anda beli memiliki kode ukuran dan nuansa
warna (tonality) yang sama. Hal ini untuk
memastikan Anda mendapatkan ubin yang relatif
seragam.
6.
Pemilihan
Tipe-Tipe Keramik (berdasarkan karakteristik
tempat di mana keramik akan dipasang) itu
sangat penting sekali diperhatikan pemilihan
tipe-tipe ubin keramik dengan mempertimbangkan
karakteristik tempat di mana ubin keramik
akan di pasang. Sebab tidak ada satu jenis
produk ubin keramik yang bisa diaplikasikan
pada semua karakteristik tempat pemasangannya.
Jenis
- jenis bahan keramik berdasarkan lokasi pemasangannya
:
1.
Lantai
Ubin keramik pada lantai sudah sangat umum dipakai.
Berbagai keistimewaan yang dimilikinya menunjang
dalam pemasangan, antara lain kekuatan fisiknya,
ketahanan warnanya, serta mudah dalam membersihkannya.
Pemasangan keramik lantai juga bisa untuk memunculkan
kesan dekoratif. Tergantung jenis keramik lantai
yang dipilih, Anda bisa memunculkan berbagai suasana
dalam ruangan.
2.
Dinding
Pemakaian keramik dinding pada ruang tamu, ruang
makan atau ruang kerja akan memberikan latar yang
spesifik terhadap perabotan lainnya. Warna dan corak
keramik dinding harus disesuaikan dengan warna dan
corak lantai.
3.
Kamar
Mandi
Pemakaian ubin keramik pada kamar mandi sangat membantu
menjaga kebersihan kamar madi tersebut. Hal ini
karena sifat keramik yang permukaannya anti air
(daya serap airnya kecil) sehingga mudah sekali
pemeliharaan dan cara membersihkannya.
4.
Dapur
Permukaan keramik tahan terhadap goresan pisau dan
juga tahan panas (api). Sehingga pemasangan keramik
di ruang masak dan tempat kompor tidaklah menjadi
masalah. Minyak, lemak, serta kotoran lainnya juga
mudah dibersihkan. Selain itu pemasangan keramik di
ruang dapur dapat menghilangkan suasana yang terkesan
suram dan usang.
5.
Tungku
Perapian
Pada rumah rumah-rumah yang terdapat perapian, pemasangan
keramik sudah lazim digunakan. Karena keramik diproses
dengan pembakaran suhu tinggi, maka panasnya api di
perapian tidak merusak keramik. Di sisi lain karena
keramik tidak terbakar api, maka bahaya kebakaran
bisa diminimalkan.
6.
Tangga
dan anak tangga
Anak tangga sering kali merupakan bagian bangunan
yang paling cepat mengalami kerusakan, karena lebarnya
yang relatif sempit dan dipakai relatif sering. Pemasangan
keramik pada anak tangga akan memperpanjang usianya.
Namun perlu diperhatikan pemilihan jenis keramik yang
dipasang, hendaklah dipilih jenis keramik yang memiliki
tekstur anti slip. Secara umum bahwa ubin keramik
dapat dipasang pada hampir semua bagian ruangan. Selain
memiliki peran fungsional, ubin keramik juga memiliki
peran estetika.
Cara
Sederhana Membuat Jarak NAT
Cara yang lazim digunakan untuk menetukan/mengatur
jarak nat adalah dengan plastic spacer yang banyak
dijual di toko-toko keramik. Ukurannya bermacam-macam,
memberikan banyak pilihan penentuan lebar nat. Plastic
spacer tersebut ditempatkan seperti pada ilustrasi
1 disamping (atas), dapat dengan muda dilepaskan
dan dipasang kembali. Pemakaiannya sangat fleksibel.
Cara lain untuk menentukan lebar nat adalah dengan
menggunakan penanda dari kayu. Lebar nat ditandai
dengan pensil atau yang lainnya. Pemakaian dengan
cara ini fleksibel sekali tetapi dalam aplikasinya
mungkin lebih sulit.
Cara-cara di atas biasanya dipergunakan untuk menentukan
lebar nat pada keramik lantai. Namun bisa juga dipergunakan
untuk keramik dinding. Bila tidak tersedia plastic
spacer, pada pemasangan keramik dinding biasanya
dipergunakan paku untuk menyeragamkan lebar nat.
Pola alur pemasangan keramik dinding dapat dibuat
dengan menggunakan rentangan tali yang disesuaikan
dengan lebar/panjang ubin
Mengatur Luas Ruang dengan Keramik Lantai
Banyak tujuan pemasangan keramik lantai, antara
lain menambah kekuatan lantai, mempermudah pemeliharaan
dan kebersihan lantai, serta mendekorasi ruangan
(lantai). Selain fungsi-fungsi tersebut, efek pemasangan
keramik lantai ternyata juga bisa menghadirkan atmosfer
tertentu pada ruangan, tergantung jenis dan corak
keramik yang dipilih.
Warna keramik, corak/motif, dan desain pemasangan
dapat digunakan untuk menghasilkan atau mengatur
penampakan luas ruang. Berikut beberapa kiat tentang
hal tersebut.
Pemasangan keramik dengan pola memanjang, atau dengan
memasang motif dominan secara memanjang, akan menghasilkan
kesan kedalaman ruang. Dengan kata lain ruangan
akan terlihat lebih panjang dari aslinya.
Pemasangan keramik dengan pola melebar/menyamping,
atau dengan memasang motif dominan secara menyamping,
akan menghasilkan kesan lebar pada ruangan.
Pemasangan keramik dengan motif/warna sejenis untuk
semua ruangan akan menghasilkan kesan kesatuan ruang.
Cara pemasangan ini juga akan memberikan kesan luas.
Sebaliknya pemasangan keramik dengan beda motif/warna
akan membagi ruangan.
Pemasangan keramik dengan motif tercampur juga akan
memberikan kesan sempit pada ruangan.
Keramik dengan ukuran kecil akan memberikan kesan
menambah luas ruangan, sebaliknya keramik ukuran
besar akan memberikan kesan mengurangi luas ruangan.
Keramik dengan warna tua atau gelap juga memberi
kesan mengurangi luas ruangan, sebaliknya keramik
dengan warna terang atau muda akan memberikan kesan
lapang.
Penempatan perabot rumah hendaknya juga disesuaikan
dengan pola pemasangan keramik lantainya.
Teknik Dasar Pembuatan Bentuk-Bentuk Ubin
Membuat Ubin Pembatas Pinggir
Pada pemasangan keramik lantai kadang-kadang kita
mengalami kesulitan pada pertemuan antara lantai
dengan dinding. Untuk bidang pertemuan yang rata,
tidak membentuk lekukan atau sudut tertentu, kita
tidak mengalami banyak kesulitan. Mungkin kita hanya
tinggal memotong ubin sesuai dengan lebar sisa yang
belum terpasang keramik. Apabila bentuk dinding
tersebut tidak rata, berbentuk lekukan, atau membentuk
sudut tertentu, maka diperlukan peralatan khusus
dan juga teknik-teknik tertentu untuk melakukan
pemasangan.
TAHAP PELAKSANAAN PEMASANGAN KERAMIK
Ada beberapa tahap yang harus dikerjakan sebelum
dan sesudah pemasangan. Mari sama-sama kita ikuti
aturan mainnya, semoga dengan sedikit tips ini bisa
membantu kita dalam memasang keramik dengan baik
dan benar.
1.
Rendam
keramik di air. Hal ini akan membuat keramik menjadi
lebih elastis dan pada saat pemasangan dapat dengan
mudah menempel.
2.
Perhatikan kualitas
keramik. Jika ia keramik kw 1 maka tak ada masalah,
namun jika ia merupakan kw 2 atau 3 akan susah memasang
untuk presisi. Untuk itu nat keramik harus longgar
karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,2-0,5
mm. Hingga keramik tidak saling bertubrukan.
3.
Oleskan air semen.
Bilaskan semen yang sudah dicampuri air sedikit
ke bawah keramik, hal ini akan membuat daya rekat
keramik ke adukan benar-benar lengket.
4.
Bersihkan dari
kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang
harus bersih dari kerikil, batu atau ganjalan-ganjalan
lain yang akan membuat rongga di bawah keramik.
5.
Padatkan secara
rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan
tidak ada yang kopong atau bagian dasar yang berongga.
Karena ia akan membuat keramik lepas di kemudian
hari. Periksa apakah ketinggiannya sudah sama rata
dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian
lantai.
6.
Nat keramik dipasang
belakangan. Jangan pasang semen oker atau nat pada
sisi keramik saat itu juga. Biarkan ia selama 2
atau 3 hari. Hal ini akan membuat sisa udara yang
mengendap akan keluar melalui bagian nat yang belum
ditutup. Setelah itu baru diberi semen nat dan jangan
lupa membersihkan nat yang masih kosong dari kotoran
yang mengendap.
7.
Jangan diinjak-injak.
Amankan areal keramik yang baru dipasang dari lalu
lalang orang selama 2-3 hari. Keramik akan ambles
karena adukan dibawahnya masih belum kuat untuk
dibebani.
8.
Periksa kembali.
Dalam sebuah areal pemasangan seukuran 3 x 3 m
biasanya terdapat 3-5 keramik yang kopong. Untuk
itu segera bongkar keramik tersebut dan ulangi
pemasangannya. (dari berbagai sumber)