Rumah
merupakan salah satu hal yang penting dalam membangun
sebuah keluarga. Ia merupakan tempat kembali dari
bepergian, tempat yang paling pokok dalam mentarbiyah
diri maupun keluarga. Dari sinilah asal pembentukan
sifat dasar seorang insan. Rumah yang nyaman tentu
akan membuat betah seluruh penghuninya, hingga
saat dalam perantauanpun ia akan berharap untuk
cepat kembali pulang berkumpul dalam kebersamaan
keluarga nya. Rumah yang nyaman tidak selalu harus
rumah yang mewah dengan segala fasilitas didalamnya,
tetapi adalah rumah yang bias memberikan ketenangan
dan keamanan bagi penghuninya. Adapun beberapa
hal yang bisa membuat sebuah rumah menjadi rumah
idaman adalah ;
1.
letak rumah, letak rumah sebaiknya terletak dilingkungan
yang baik dan aman. Bukan di daerah yang sering
digunakan untuk perzinaan, minum khamr ataupun
hal-hal maksiat lainnya. Karena lingkungan sangat
berpengaruh dalam pembentukan mentalitas muslimin.
2.
sebisa mungkin berada diantara tetangga-tetangga
yang baik. Diharapkan dengan suami, istri, anak
dan tetangga yang baik, maka akan menambah keimanan
dan memperkecil kemaksiatan, menambah kebahagiaan
dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim.
3. diharapkan bahwa rumah berdekatan dengan masjid,
agar mempermudah untuk shalat tepat pada waktunya.
karena bagi seorang muslim setiap langkah untuk
shalat dimasjid adalah dihitung dengan kebaikan.
4.
usahakan rumah tersebut lebar. Sebagaimana yang
disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam, “empat hal yang termasuk kebahagiaan,
wanita shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga
yang baik dan tunggangan yang nyaman. Empat hal
yang mencelakakan, wanita yang buruk, tetangga
yang jahat, tunggangan yang tidak layak dan rumah
yang sempit” (HR. Al Hakim, Abu Nuaim dalam
kitab Al Hilyah dan Al Baihaqi dalam kitab Asy
Syu’ab Al Iman).
Tata
letak ruangan sebuah rumah muslim,
1.
rumah muslim terbebas dari gambar dan anjing.
“Malaikat tidak akan memasuki rumah yang
didalamnya terdapat anjing dan gambar” (HR.
Bukhari dan Muslim).
2.
sebisa mungkin terdapat ruangan khusus untuk melaksanakan
shalat, sehingga terjaga kebersihannya.
3. terpisah antara kamar orang tua dan anak-anak
jika telah mereka telah dewasa.
4.
hiasan-hiasan yang ada (jika menginginkan) adalah
berupa kalimat-kalimat dzikir yang disyariatkan,
agar anak-anak lebih mengenal agamanya semenjak
dini dan juga untuk menunjukkan identitas Islami.
Demikaianlah
beberapa hal, yang dapat dijadikan pertimbangan
untuk membangun sebuah rumah agar tercipta kenyamanan
dalam keluarga Islam.
Tips
Membangun dan Membina Rumah yang Islami
Dalam
membangun rumah yang baik, sering orang menggunakan
Feng Shui yang berasal dari budaya Cina. Padahal
tidak semuanya selaras dengan ajaran Islam. Jika
keliru, mungkin bisa terjerumus dalam kemusyrikan
karena mempercayai adanya kekuatan selain Allah
yang bisa menyelamatkannya.
Dalam
membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam
Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:
Tetangga
yang Baik
Pilihlah
rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika
anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan).
Sebab jika tetangga anda tidak baik, maka hidup
anda akan merasa kurang nyaman. Bayangkan jika
tetangga anda adalah preman, pezina, atau pemabuk.
Pilihlah
tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya
dulu) sebelum memilih rumah. Dalam suatu hadis
nabi disebutkan : ”Pilihlah kawan perjalanan
sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum
berangkat (bepergian).” (HR. Al Khatib)
Nabi
Saw berdoa: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu
dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman.
Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui
suka berpindah-pindah. " (HR. Ibnu 'Asakir)
Tiap
empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang
di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di
sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi) .
Usahakan
agar tetangga anda cukup makannya:
Tiada
beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan
kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia
mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)
Hendaknya
rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga
tidak terlampau sempit).
Di
antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai
tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan
yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Rumah
yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung
menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana
tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya.
Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana”
mereka.
Sebaliknya
rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari
50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah
di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan
waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.
Luas
rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar
100-200 m2.
Jangan
Membangun Rumah Megah
Dalam
membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga
jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah
dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang
buruk di akhir zaman. Hal ini sesuai dengan Al-Quran
dan hadis nabi:
”Bermegah-megahan
telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
Ketika
ditanya tanda-tanda har kiamat Nabi menjawab:
”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan
dengan gedung” [HR. Muslim]
Belum
akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba
dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)
Jangan
membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya
sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak
mendapat sinar matahari atau angin.
Ketika
ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab:
"Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya.
Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang,
melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba
membangun gedung-gedung bertingkat." [HR.
Muslim]
Buatlah
Rumah yang Baik
“…menghalalkan
bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan
bagi mereka segala yang buruk…” [Al
A’raaf:157]
Katakanlah:
"Tidak sama yang buruk dengan yang baik,
meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu,
maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang
berakal, agar kamu mendapat keberuntungan. "
[Al Maa-idah:100]
Rumah
yang baik adalah rumah yang sehat.
Yaitu
jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa
masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat
listrik karena siang hari tak perlu menyalakan
lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik
sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah.
Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi
(minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.
Rumah
juga harus kuat dan aman.
Misalnya
dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi
lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan
kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap
sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan
apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau
tidak.
Sebaiknya
rumah minimal terdiri dari 3 kamar.
Satu
untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki,
dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus
incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga
pria-wanita bercampur.
Hendaknya
aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara
dengan pembagian kamar yang baik.
”Hai
orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak
(lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang
yang belum balig di antara kamu, meminta izin
kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu:
sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan
pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang
Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu” [An
Nuur:58]
Buatlah
Rumah yang Indah
Allah
senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka
akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah
yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan
kemewahan atau kemegahan.
Sesungguhnya
Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila
seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah
merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)
Rumah
Harus Bermanfaat atau Fungsional
Selain
indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional.
Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
Dari
Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh
SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya
keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu
yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan
Tirmidzi dan lainnya)
WC
Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat
Dari
Abu Ayyub Al-Anshari ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda:
Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat
atau membelakanginya ketika kencing atau buang
air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke
barat. (Shahih Muslim No.388)
Usahakan
agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika
tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah
ke WC.
Usahakan
di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda
bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan
air yang
mengalir.
Dari
Abu Hurairah Radliyallaahu'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah
seseorang di antara kamu mandi dalam air yang
tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan
junub." Dikeluarkan oleh Muslim.
Sebaiknya
tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa
membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.
Rumah
Harus Bersih
Rumah
yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang
berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus
bersih dan mudah dibersihkan.
Sesungguhnya
Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai
kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan
hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan.
Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan
meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR.Tirmidzi)
Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman
rumah.
Jangan
Menaruh Patung di dalam Rumah Umar berkata, "Kami
tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung
dan gambarnya itu." [HR. Bukhari]
Ibnu
Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama
lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya.
[HR. Bukhari]
Jangan
Memelihara Anjing
Hadis
riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah
saw. bersabda: Barangsiapa memiliki anjing selain
anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka
setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath.
(Shahih Muslim No.2940)
Peliharalah
Anak Yatim
Jika
anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah
dengan baik.
Sebaik-baik
rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat
di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh)
dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin
ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim
tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR.
Ibnu Majah)
Tanamlah
Pohon agar Teduh dan Sejuk
Tanamlah
pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh
dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan
pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan
Allah sebagai berikut:
“Dan
naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas
mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.”
[Al Insaan:14]
Jika
rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon
besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang,
bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan
atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan
berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban
jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi
badai/angin kencang.